DOWNLOAD LIFE

Because spoken words fly away, written words remain. 'Verba Volant Scripta Manent', you said.

Kenapa Saya Menulis

writing3

Mengapa manusia menulis?

Menari dalam bahasa, menumpahkan ide dan gagasan dalam rangkaian simbol bermakna? Saya tidak begitu mengerti, karena tulis-menulis datang secara sederhana pada saya. Enam tahun awalnya, atau mungkin tujuh tahun. Saya selalu suka membaca, selalu cinta. Namun, selalu ada rasa tergugat setelahnya, rasa yang kemudian saya sadari, tidak hadir pada semua pembaca. Hasrat yang membedakan saya dari lainnya. Hasrat ingin menulis.

Sepuluh sampai enam belas tahun pertama, saya mengira menulis adalah hobi biasa manusia. Semacam minat yang harus tersalurkan sekedarnya, tergores dalam kertas, terketik pada layar komputer meja. Bagaimanapun bentuknya, saya selalu ingin menera, hingga ratusan halaman saya ciptakan, padat huruf berbaris-baris.

Delapan belas sampai dua puluh, barulah saya sadar dunia kepenulisan demikian terbentang. Saya meradang. Berkarya sebanyak-banyaknya, menumpahkan semua rasa muda saya. Aral, asa, dan cita. Saya berbangga setelah menerbitkan dua novel berturut-turut di sebuah penerbit nasional. Sejumlah cerita pendek, esai, opini, dan catatan, tak luput saya buahkan. Bahkan nama saya tercetak di sebuah surat kabar besar, juara ketiga kompetisi menulis esai tentang Korea.

Di pertengahan masa kuliah, saya mendengar nama besar komunitas Forum Lingkar Pena dan bergabung dalam seleksinya. Saat lulus dengan gelar Sarjana, saya juga telah resmi menjadi anggota Forum Lingkar Pena cabang Yogyakarta. Di dalam komunitas kepenulisan itu, satu hal diasah hingga pasah pada saya, yaitu idealisme. Menulis, haruslah bermakna.

writing

Semasa kepala dua, saya bersikeras mematangkan hasrat menulis saya. Sekuat tenaga saya coba pahami, untuk apa manusia menulis, untuk apa saya menulis. Penting untuk didalami, saya tekankan pada diri. Karena menulis kini, makin sakral maknanya bagi saya. Bila Kartini tidak tergerak menulis, entah darimana suar bagi gerakan wanita masa sekarang, yang mengelu-elukan Habis Gelap Terbitlah Terang. Andai Edward Douwes Dekker abai dan tidak menuntaskan Max Havelaar, bagaimana Gerakan Budi Utomo atau Sumpah Pemuda bisa terinspirasi? Kalau saja Anne Frank lalai menulis diari, kalau saja J.K Rowling menyerah pada nasibnya, kalau saja…, dan kalau saja.

Bahkan, bila Nabi Muhammad SAW tidak memerintahkan agar ayat-ayat Al-Qur’an yang turun segera dituliskan dalam pelepah kurma, dalam kulit binatang, batu, dan yang lainnya, adakah yang bisa membayangkan bagaimana jadinya umat Muslim saat ini? Tidaklah mengherankan bila di dalam Al Quran kita dapat menemui ayat-ayat yang menekankan pentingnya membaca, menulis, dan dampak dari tulisan tersebut. Dalam Surah Al-Qalam ayat pertama dikatakan “Nun, demi pena dan apa yang mereka tuliskan.”

Tulisan dari penulis yang bercita-cita besar dapat menggetarkan dunia, mendesak sejarah, memutarbalikkan pemahaman manusia akan alam kehidupan. Menulis adalah berjuang, memperjuangkan pengetahuan seseorang atau banyak orang demi mengadvokasi perubahan. Karena semua tindak manusia berakar pada opininya, pada konsensus, pada apa yang teryakini di benaknya. Menulis adalah bekerja untuk keabadian, tulis Pram. Berpijak pada itulah, saya terus menulis.

Hingga saat ini, keyakinan untuk terus menulis itu telah mengantar saya hingga puluhan buku anak dan remaja telah saya terbitkan. Beberapa diantaranya diloloskan oleh pemerintah sebagai bahan standar ajar non fiksi di seluruh Indonesia. Saya dipercaya merancang dan menulis untuk mewujudkan konsep-konsep kreatif ramah lingkungan atau akhlak mulia bagi beberapa pemerintah daerah.

Terus dan terus menulis, terus berkarya dan dipercaya karena kebaikan yang berhasil saya tuliskan dan catatkan mungkin menjadi penyemangat terbesar saya dalam menulis.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 17, 2017 by in menulis, seharihari.
%d bloggers like this: