DOWNLOAD LIFE

Because spoken words fly away, written words remain. 'Verba Volant Scripta Manent', you said.

Review Belanja di Dekoruma

screen-shot-2017-06-05-at-10-00-12-pm.png

Nemu Dekoruma ini nggak sengaja, karena liat iklan di instagram deh kalau nggak salah. Buka situsnya dan berasa, ya Allah, kok manis lucu ya (Emak-Emak emang paling lemah sama yang lucu-lucu). Tampilannya minimalis ala ikea dan berasa fresh, nggak terlalu berjejal kaya homepage laza** atau situs market place sejenis.

Karena kebetulan lagi ngisi-ngisi rumah dengan berbagai pernik dan perabot, mulailah browsing hiasan dindingnya karena namanya aja situs dekoruma ya bok, deko-ruma, ya nyarinya dekorasi dululah #alasan

Pembelanjaan pertama, saya beli tiga item hiasan dinding berupa pigura kata-kata catchy (wajib berhubungan dengan kopi), pigura heksagon dengan gambar 3D es krim, dan pigura kaligrafi ayat kursi bernuansa shabby.

Screen Shot 2017-06-05 at 9.55.02 PM

Belajar dari pengalaman belanja di Zalo** dan Laza** yang mana kalau beda vendor maka itu barang bakal diitung beda ongkir dan beda paket pengiriman, beda kurir, beda hari, pokoknya liyeur lah, maka tiga pigura itupun saya pesan dari satu vendor saja dengan berharap tiga-tiganya datang di satu paket yang sama.

Begitu keranjang belanja check-out, lantas transfer via sms-banking beres, serunya nggak ada lima menit kemudian langsung ada sms pemberitahuan dari Dekoruma kalau pembayaran sudah diterima. Keren banget! Tanpa perlu upload bukti transaksi, klik link ribet, isi form lalala, udah langsung di-sms kalau pembayaran sudah diterima. Kayanya sistemnya otomatis mengenali begitu kita transfer angka unik yang disertakan di total pembelanjaan kita.

Beberapa hari kemudian, saya terima email dari Dekoruma, yang isinya memberitahukan kalau barang pesanan saya sudah dikirim. Email itu berisi nomor resi dan nomor kontak CS Dekoruma untuk melacak pesanan kalau-kalau ada masalah. Oke, good. Saya pulang hari itu dan tanya orang rumah, ada paket nggak, katanya nggak ada. Baiklah.

Besoknya, ada email yang persis sama dengan email kemarin dari Dekoruma. Intinya pesanan sudah dikirim, harap sabar menunggu. Akan datang dalam 2-3 hari. Besoknya, email yang sama datang lagi. Dan besoknya, datang lagi! Setelah tiga kali Dekoruma kirim email pemberitahuan ke saya, jreng, barulah paket saya sampai di rumah! Alhamdulillah.

Packingannya bagus, dibungkus bubble wrap, dan dibungkus kertas, kemudian dilapis lagi dengan lembaran karton, terakhir dibebat dengan lakban. Barangpun sampai dengan aman tanpa gores atau apapun.

Sayangnya, kualitas pigura agak cacat dan nggak rapi, nggak sebagus yang di gambar display website, haha, ya kali ya mau nyamain foto studio yang udah di touch-up sama produk asli. Bagaimanapun juga dengan harga murah meriah gitu, kayanya ya sebandinglah sama kualitas barangnya, dipajang juga tetep keliatan eye-catching nan cantik.

 

Setelah kelar urusan beli-beli pigura ini, saya nyoba beli meja kerja dan kursi kerja buat pak suami. Di rumah baru kita, belum ada meja kerja sama sekali dan saya sering kasian liat pak suami ngerjain kerjaannya di meja kabinet tv kita.

Kali ini belanja di Dekoruma pakai dua vendor, alias dua penyedia barang yang berbeda, toh tetep aja semuanya free ongkir dari gudang empunya barang ke rumah saya di Cibubur. Sempet kebayang sih keribetan ngelacak kedatangan dua barang di hari yang berbeda dan jasa pengiriman yang berbeda. Tapi Bismillah, dicoba dulu, siapa tau aja lancar nggak kaya pengalaman yang kemarin-kemarin.

Dua hari setelah pembayaran saya dikonfirmasi, meja kerja si ayah dateng. Tanpa susah tanpa masalah, barang segede itu (merek JYSK, ukuran 120x60x84) dianter damai ke rumah saya. Nah, tapi kedatangan kursinya pake drama dulu. Setelah seminggu lebih berlalu, itu kursi nggak dateng-dateng juga. Sementara layanan email otomatis Dekoruma yang saya ceritakan di atas entah sudah berapa kali mengirim notifikasi harian kalau barang sudah dikirim.

Nggak tahan (dikirimin email terus), saya pun menelepon CS Dekoruma, kenapa kok itu kursi nggak dateng-dateng juga. Si CS mengecek kode pemesanan saya beberapa menit kemudian menyampaikan kalau si kursi sedang di-reschedule jadwal pengirimannya karena saya nggak merespon sms dari jasa kurir pengantaran.

“Hah?”

“Iya, Bu, sms harus dibalas dulu, karena untuk pengantaran barang berukuran besar, kita harus pastikan ada orang di rumah.”

“Ya ampun Mbak. Info penting kaya gitu diemail juga ngapa.”

Saya buru-buru memeriksa hp, dan terselip di antara deretan notif sms e-banking, iklan, penyedia seluler, gojek dan grab, dll dsb, sms dari jasa kurir yang mau nganter kursi tersembunyi dengan manisnya.

“Ibu harus balas dulu.”

“Mbak, kok beda-beda gini sih, kemaren meja segede bangkong dianter gitu aja ke rumah tanpa ada sms-sms segala. Ini kursi aja kok. Di rumah saya selalu ada orang, udah anter aja.”

Kira-kira gitu deh percakapannya.

Anyway busway, besoknya itu kursi langsung dianter. Cakep bgt, pak suami sampe jerit-jerit (nggak ding, lebay, haha) dan bilang saya istri paling oke hore sedunia. Bahkan putri saya ikutan hepi karena dia bisa numpang twirling di kursi kerja baru bapaknya. Emang kampung banget keluarga kita mah.

WhatsApp Image 2017-06-04 at 23.10.44

Jadi gitu deh, meskipun email berantai dari Dekoruma ini rada nyebelin dan jasa kurirnya beda-beda aturan, menurut saya mah tetep untung belanja di Dekoruma.

Pilihannya banyak, harganya bersaing sesuai moto Dekoruma harga jujur, free ongkir, konfirmasi pembayaran supercepet nggak pake repot, dan CS-nya sangat responsif. Mudah-mudahan pelayanan Dekoruma makin baik kedepannya, Aamiiiin YRA.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 5, 2017 by in Uncategorized.

Navigation

%d bloggers like this: